Beranda > Fatwa dan Hadist, Islam > Bagaimana mendapatkan cinta Allah SWT ?

Bagaimana mendapatkan cinta Allah SWT ?


menjadi manusia yang mudah dicintai oleh orang lain merupakan impian dari banyak manusia, dan saya yakin anda juga termasuk salah satu dari mereka. tapi taukah kita bahwa hanya ada satu jalan yag pasti dan langsung dijamin oleh Allah Ajawajala yang tidak mungkin seorang muslim pun meragukan ucapan-Nya.

lantas apakah itu?

tidak layak sekiranya jika diri yang kerdil ini menjawabnya, untuk itu mari kita berkunjung ketelaga [sunnah] rasulullah, dan menemukan sebuah jawaban yang luar biasa, yang bisa menyuburkan iman seorang muslim..seorang manusia yang menyatakan bahwa dirinya adalah Hamba Allah!

jawabanya ada pada sebuah hadits dari lisan rasul kita yang mulia Nabi Muhammad sholallohu’alaihi wassalam:
beliau berkata ==>
**
“Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil malaikat Jibril, lalu berfirman kepadanya, ‘Aku mencintai si fulan, maka hendaknya engkau mencintainya.’ Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian malaikat Jibril menyerukan kepada para penduduk langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka hendaknya engkau kalian mencintainya.’ Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian hamba tersebut dicintai oleh penduduk bumi.Apabila Allah membenci seorang hamba, maka Allah memanggil malaikat Jibril dan Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku membenci, maka hendaknya engkau membencinya. Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyerukan kepada penduduk langit, ‘Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka hendaknya kalian membencinya.’ Maka penduduk langit pun membencinya. Kemudian dia dibenci oleh penduduk bumi.” (HR Bukhari dan Muslim)
**
ya jawabannya hanya satu, yaitu Cintanya ALLAH.
sebelum kita dicintai oleh manusia, maka kita wajib mendapatkan cinta-Nya..cinta dari Allah, sang pemilik semua hati, hati yang engkau berharap akan terpaut padamu, dan memberikanmu manfaat, pertolongan dan senyum yang tulus kepadamu.

sekarang tiba gilirannya untuk bertanya bagaimana agar kita dicintai oleh Allah.
maka telah nyata dan terang jawabannya, sebagaimana yang tergoreskan didalam alQuran,kitab yang mulia,yang semua petunjuk ada didalamnya.

Allah ta’ala telah berfirman:

***Katakanlah: “Kalau kalian mencintai Allah maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan cinta kepada kalian…” (QS 3: 31)***

Dan demi dzat yang semua jiwa berada digenggamannya, mustahil seseorang bisa dengan benar mengikuti rasulullah tanpa ia menuntut ilmu, ilmu tentang sebuah kebenaran tentang bagaimana rasulullah berbuat, berucap, dan tentu saja beragama.
tanyakan kepada diri kita masing masing. sudahkan kita menuntut ilmu itu?

dari mana kita mencarinya? maka bacalah kitab Alquran dan tafsirnya, Kitab-kitab hadits dab syarahnya, seperti tafsir ibnu katsir, shahih bukhori, shahih muslim, riyadhushalihin dan kitab-kitab hadits yang lainya.

jika sudah, sudahkah juga kita mengamalkannya?
sesungguhnya sumber ilmu yang mulia-ilmu agama- itu hanya Alquran dan sunnah, maka janganlah kita melampaui batas dengan menambahkan sesuatu selain dari keduanya.

karena sesungguhnya islam yang bisa mengantarkan kita ke surga hanyalah islam yang dibawa oleh rasulullah. bukan islam yang ditambahkan oleh para pelaku kesesatan[ahlul bid’ah], yang mereka membuat ajaran baru dan kemudian dimasukkan kedalam islam, lantas menyebarkannya ke sekumpulan orang yang awan diantara kaum muslimin.

sungguh jika sekiranya kita mencari surga selain dari surganya Allah, maka silahkan ikutilah para pelaku kesesatan itu, dan dapatkan surga mereka, carilah Allah/tuhan yang lain. tapi yang jelas ia tidak akan mendapatkan surganya Allah, Tidak akan mendapatkan Allah, Rabb yang telah mencipatakanya dari setetes nutfah yang hina dan menjadikankannya makhluk yang sempurna.

apakah dengan alasan mengikuti nenek moyang kita menjadikan syariat baru itu menjadi agama kita, maka perhatikanlah firman-Nya:
***
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS. Luqman: 21)
***
ataukan karena kebanyakan manusia mengerjakannya, lantas kita menjadi lemah dan mengikutinya pula
***
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)[al an’am ayat 116]
***
demikianlah sedikit Untaian nasehat dari Allah dan rasulNya, semoga bisa mengingatkan hati kita yang lalai, dan menumbuhkan pohon iman dan akhirat di hati kita.
jika sekiranya ada banyak orang yan tidak menyukai kita, lihatlah ada yang salah dengan muamalah kita kepada Allah, maka instropeksilah diri kita masing masing, sudahkan kita menjalankan agama ini dengan benar, menuntut ilmu dan mengamalkannya sesuai dengan ajran rasulullah-sekali lagi ajaran rasulullah shollallahu’alaihi wassalam- .
sholawat serta salam kepada suri tauladan kita nabi muhammad sholallahu ‘alaihi wassalam,
wallahu’alam bi shawab.

http://www.facebook.com/?sk=messages&tid=1269639280386

Kategori:Fatwa dan Hadist, Islam Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: